Nah pagi yang cerah ini di Jakarta, saya ingin berbagi pengetahuan mengenai “Private Equity“. Ide ini muncul ketika kemaren saya sedang asik membaca beberapa blog dan news mengenai Private Equity ini. Dan tidak heran, muncul ide untuk menuangkan dalam bentuk pemahaman saya sendiri.

Istilah ini sudah lama sekali, namun saya baru mengetahui dan timbul ketertarikan yang amat sangat kuat untuk membaca dan menggali informasi lebih mendalam. Mungkin ada beberapa dari teman pembaca yang sudah mengetahui dan mempunyai ilmu dan pengalaman di bidang ini, dan saya mohon untuk berbagi dan berdiskusi bersama-sama disini sekaligus menambah pengetahuan kita juga. Benar kan?
Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya ketika membaca mengenai Private Equity ini adalah hanya sebuah perusahaan dalam bentuk private atau nonpublic. Namun setelah saya lanjut membaca dan melihat hubungan-hubungan antara krisis ekonomi dan private equity barulah pikiran saya terbuka dan banyak mengalir pertanyaan-pertanyaan. Bagi saya sendiri private equity adalah salah bentuk layanan jasa atau service dalam bidang konsultan yang tepatnya bidang investasi yang cenderung banyak mengambil alih perusahaan yang kurang bagus kinerjanya dan selanjutnya membenahi menjadi perusahaan raksasa yang pada akhirnya akan dijual kembali ke investor yang ingin memilikinya. Perusahaan Private Equity ini juga bisa disebut pengumpul modal investor dalam atau luar negeri yang akan berinvestasi pada sebuah negara.
Ada banyak perusahaan private equity di dunia dan di Indonesia mungkin banyak dikenal “Saratoga Capital” yang founder nya terdiri dari tiga orang yang luar biasa yaitu Edwin Soeryadjaya, Sandiago Uno (favorit saya
), dan Kay Mock. Selain itu Saratoga Capital sudah banyak dikenal di dunia international sebagai private equity yang bagus. Jasa atau service dari private equity ini adalah mencari investor baru dan menanamkan kembali modalnya yang selanjutnya dikembangkan selama beberapa tahun sehingga nantinya akan menghasilkan gain atau laba yang sangat besar sekali jumlahnya. Untuk Indonesia masih sedikit sekali pemain dalam Private Equity ini dalam beberapa informasi yang saya baca. Dan berarti ini adalah peluang yang cukup bagus untuk sebuah bisnis yang sangat kompeten.
Dilihat pada tahun 2012 ini dari sejumlah informasi mengatakan bahwa Indonesia sudah mengalami kenaikan dalam “INVESMENT GRADE” artinya level untuk investasi sudah naik dan setara dengan negara tetangga seperti Singapura. Itulah lah yang menjadi target bagi banyak investor asing untuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Dan juga lahan yang subur bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia dimasa mendatang.
Selain itu ini adalah keberuntungan bagi Private Equity Indonesia untuk mendapatkan laba yang sebesar-besar dan sebanyak-banyaknya. Bagi para profesional yang kompeten, banyak dicari oleh investor asing. Wah luar biasa sekali !!
Saya jadi berkeinginan suatu hari nanti tepatnya sekitar 30tahun mendatang ingin membuka perusahaan private equity ini.
Yuk bagi yang berminat silahkan bergabung.
Selain itu tambahan informasi yang saya dapat, DBS Group atau dikenal dengan Bank DBS sudah mengakuisisi Bank Danamon dengan nilai yang sangat fantastis sekitar $200juta. Pengambilan untuk keputusan mengakuisisi ini menurut saya sangat tepat sekali bagi pihak swasta dan merugikan bagi pihak negri alias Bank Indonesia. DPR mengkritik Bank Indonesia soal akuisisi Bank Danamon ini. Kepemilikan sahamnya sebagian besar menjadi pihak asing atau pihak swasta. Dan juga ini menaikkan level Bank Danamon lebih tinggi setara dengan Bank-Bank lainnya seperti Bank BCA, Mandiri, dan lain-lain.
Mungkin segitu dulu informasi yang dapat saya bagikan ke teman-teman, saya harapkan kita dapat berdiskusi disini atau dilain waktu. Semoga berguna dan bermanfaat. Merci